Bulan Bahasa Bali ke-VIII Desa Sulahan

22 Februari 2026
ADMIN SID
Dibaca 18 Kali
Bulan Bahasa Bali ke-VIII Desa Sulahan

Sulahan – Dalam Rangka Menyabut Bulan Bahasa Bali ke-VIII Tahun 2026, Pemerintah Desa Sulahan menggelar kegiatan Pembinaan Nyurat Aksara Bali sebagai bentuk pemulihan terhadap Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, yang bertempat di SD Negeri 1 Sulahan. Minggu ( 22/2/2026 )

Kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 ini mengusung tema “Atma Kerthi – Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai altar pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai taman spiritual untuk membangun jiwa yang utama, suci, dan sempurna.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Susut yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Camat Susut , MDA Kecamatan Susut,  Perbekel Desa Sulahan, PJ Perbekel Desa Persiapan Lumbuan, Ketua BPD Desa Sulahan, Babinsa & Babinkamtibmas Sulahan, Anggota BUMDes Kerta Bumi, Jero Bendesa se-Sulahan, Kelian Banjar Adat Se-Desa Sulahan, Kepala Sekolah Se-Desa Sulahan, Ketua dan Anggota BUMDesa Kertha Bumi Desa Sulahan, Narawakye dari Penyuluh Bhasa Bali , Perangkat Desa Sulahan dan Perangkat Desa Persiapan Lumbuan, serta Peserta dari siswa SD kelas 4 se-Desa Sulahan.

Dalam sambutannya, Perbekel Desa Sulahan menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Bahasa Bali merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Perbekel menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat baik dalam rangka melestarikan serta meajegan Bahasa Bali.

MDA Kecamatan, menaympaikan dalam sambutannya ditengah pesatnya perkembangan media sosial dan modernisasi zaman, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tetap mencintai, menggunakan, dan tidak melupakan bahasa daerahnya sendiri.

Kemudian kegiatan dilanjutkan sambutan oleh Camat Susut yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Camat Susut sembari membuka kegiatan bulan Bahasa bali ke-VII tahun 2026.

Setelah acara pembukaan selesai dilaksanakan acara dilanjutkan dengan Pembinaa Nyurat Aksara Bali oleh Penyuluh Bahasa Bali yang terbagi menjadi 3 kelas.

Melalui pembinaan ini, diharapkan Bahasa Bali tetap terpelihara dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus budaya Bali.